Chery Omoda 5 baru-baru ini menarik perhatian publik setelah mengalami insiden serius di Johor Bahru, Malaysia. Kejadian ini berlangsung pada 6 Oktober 2026, tepatnya di Jalan Pandan, dekat AEON Mall Tebrau City, dan membuat banyak orang mempertanyakan keamanan produk mobil tersebut.
Dalam insiden tersebut, terlihat Omoda 5 dengan warna hitam terparkir di tengah jalan, sementara suspensi belakangnya terlepas sepenuhnya. Faktor keamanan kendaraan ini menjadi sorotan utama setelah beredarnya foto dan video yang menunjukkan kerusakan signifikan pada kendaraan itu.
Dari informasi yang beredar, bukan hanya as roda yang terpisah, tetapi juga beberapa komponen lainnya seperti transverse torsion beam, trailing arms, dan sistem peredam kejut. Insiden ini membuat banyak pihak bertanya-tanya mengenai kualitas dan keandalan dari produk Chery ini.
Detail Insiden Omoda 5 yang Mengguncang Publik
Dalam video yang viral di media sosial, Omoda 5 tampak terhenti di tengah jalan dengan kerusakan yang parah. Sementara itu, beberapa saksi melaporkan bahwa kendaraan tersebut memiliki pelat nomor JWL 2862, menambah konfirmasi terhadap insiden tersebut.
Tidak ada laporan mengenai korban jiwa ataupun luka dalam kejadian ini, namun kerusakan di bagian belakang mobil menunjukkan indikasi yang mengkhawatirkan. Dalam hal ini, penyok yang terlihat pada pintu belakang kanan juga menjadi bahan diskusi karena tidak jelas apakah itu terkait dengan kecelakaan ini.
Pentingnya pemeliharaan dan pemeriksaan berkala untuk kendaraan menjadi sorotan setelah kejadian ini. Kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan harus segera diperiksa oleh pihak yang berwenang untuk memastikan keamanan bagi pengguna jalan lainnya.
Sejarah Masalah Kualitas pada Chery Omoda 5
Insiden terbaru ini tidaklah berdiri sendiri; kasus serupa pernah terjadi pada April 2024. Saat itu, Chery Omoda 5 juga menghadapi masalah serupa di Malaysia, di mana rear axle beam mengalami kerusakan saat melaju pelan. Kejadian ini kembali membuka pembahasan tentang kualitas dan standar produksi mobil.
Akibat dari kejadian sebelumnya, Road Transport Department (JPJ) Malaysia melakukan investigasi mendalam untuk mencari tahu penyebab masalah tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa pihak berwenang sangat memperhatikan keselamatan publik dan berharap agar produsen memperbaiki kualitas produknya.
Chery Auto Malaysia pun mengambil langkah proaktif dengan meluncurkan kampanye keselamatan yang mencakup pemeriksaan terhadap 600 unit kendaraan. Hal ini menunjukkan komitmen mereka dalam menjaga keselamatan pengguna dan memperbaiki citra brand mereka di mata masyarakat.
Pentingnya Keamanan Kendaraan bagi Konsumen
Keamanan kendaraan bukan hanya tanggung jawab pabrikan, tetapi juga dapat menjadi subjek pertimbangan dalam keputusan pembelian bagi konsumen. Insiden Omoda 5 dapat memberikan pelajaran berharga bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam memilih kendaraan.
Performa dan fitur-fitur keselamatan menjadi salah satu faktor utama dalam memilih kendaraan. Melihat kejadian yang erng terjadi, konsumen harus lebih kritis dan menjaga diri terhadap merek yang memiliki reputasi terkait kualitas dan kehandalan produk mereka.
Di samping itu, kesadaran akan pentingnya pemeriksaan berkala dan pemeliharaan kendaraan juga menjadi penting bagi pemilik kendaraan. Dengan memahami risiko yang ada, diharapkan setiap pengguna kendaraan dapat lebih waspada dan peduli terhadap kondisi mobil yang mereka gunakan.

