Menteri Perindustrian yang baru diangkat, Muhammad Sarmuji, menjalani pelantikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 1 Oktober 2026 di Istana Kepresidenan. Sarmuji, yang merupakan Sekretaris Jenderal Partai Golkar, menggantikan Agus Gumiwang Kartasasmita dalam jabatan penting ini.
Sebelum menjabat sebagai Menperin, Muhammad Sarmuji memiliki pengalaman sebagai anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar, yang memberinya wawasan dan pengetahuan luas mengenai industri dan kebijakan publik. Dengan latar belakang tersebut, diharapkan Sarmuji dapat membawa perubahan positif yang signifikan dalam sektor industri Indonesia.
Dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 21 Maret 2025, terungkap bahwa Sarmuji memiliki total kekayaan mencapai Rp 14,93 miliar. Penjelasan rinci mengenai aset ini menunjukkan bagaimana kekayaan tersebut dibangun dan diperoleh.
Memahami Rincian Harta Kekayaan Muhammad Sarmuji
Kekayaan Muhammad Sarmuji terdiri dari beberapa kategori, terutama yang berkaitan dengan harta tanah dan bangunan. Dengan nilai harta tanah dan bangunan mencapai Rp 10,46 miliar, Sarmuji memiliki aset di lokasi strategis seperti Kediri, Surabaya, Sidoarjo, dan Jakarta Selatan.
Aset yang terletak di Jakarta Selatan, Sidoarjo, dan Kediri merupakan hasil dari usaha mandiri Sarmuji. Hal ini mencerminkan kerja keras dan fokusnya pada investasi yang berkelanjutan di sektor properti.
Kategori selanjutnya adalah alat transportasi dan mesin, di mana Sarmuji memiliki total harta senilai Rp 6,20 miliar. Dalam rincian ini, ia memiliki berbagai kendaraan, termasuk mobil dan motor, yang menjadikannya sebagai pemilik koleksi transportasi yang beragam.
Detail Harta Transportasi yang Dimiliki Sarmuji
Muhammad Sarmuji mencatat kepemilikan beberapa kendaraan yang signifikan. Di antara kendaraan tersebut, terdapat motor Honda Beat yang memiliki nilai mencapai Rp 1,42 miliar, yang menunjukkan preferensinya pada kendaraan yang efisien dan modern.
Ada juga beberapa mobil, seperti Toyota Innova mini tahun 2018 senilai Rp 72,25 juta, dan Toyota Innova Mini Bus tahun 2021 yang bernilai Rp 252,38 juta. Hal ini menunjukkan bahwa Sarmuji memiliki kombinasi kendaraan untuk keperluan pribadi dan dinas.
Tidak hanya kendaraan darat, Sarmuji juga memiliki aset berupa kapal laut atau perahu. Jeanita Kapal SPOB yang ditempatinya tahun 2017 memiliki nilai yang mencolok yaitu Rp 5,56 miliar. Ini menjadi bagian terbesar dari keseluruhan kekayaan alat transportasi dan mesin yang dimiliki.
Kepemilikan Aset Bergerak dan Keterampilan Manajerial
Selain harta tanah, bangunan, dan kendaraan, Sarmuji juga mencatatkan harta bergerak lainnya yang bernilai Rp 139,64 juta. Penyebutan harta bergerak ini menunjukkan beragam investasi yang mungkin tidak terlalu terlihat namun tetap berharga.
Kemampuan Sarmuji dalam mengelola dan memperluas kekayaan ini juga merefleksikan keterampilan manajerial yang mungkin diperlukan dalam posisinya yang baru. Diharapkan kemampuan ini dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan industri di Indonesia.
Dengan latar belakang dan kekayaan yang dimilikinya, Sarmuji memiliki peluang besar untuk menerapkan kebijakan yang lebih baik dan mendukung pertumbuhan industri. Tugas barunya sebagai Menperin tentunya akan sangat menantang, namun juga memberikan kesempatan untuk berkontribusi lebih untuk negeri.

