Onic telah memastikan diri menjadi tim esports Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) terakhir yang melaju ke Knockout Stage M7 World Championship. Dalam pertandingan yang mendebarkan melawan Team Falcons, mereka berhasil meraih tiket tersebut setelah menjalani duel sengit yang berlangsung dalam format best of 3.
Pertarungan antara Onic dan Team Falcons ini menjadi sorotan utama di fase Swiss Stage. Kedua tim saling menampilkan strategi terbaik mereka, hingga pertandingan harus berlanjut ke game ketiga yang sangat dramatis.
Pertandingan dibuka dengan Game 1, di mana Onic tampil dominan. Sejak awal, kecepatan permainan Onic yang dipimpin oleh Kairi, Sanz, Kiboy, Lutpiii, dan Skylar membuat tim lawan kesulitan.
Rotasi cepat dan agresif dari Onic semakin mempersempit ruang gerak Team Falcons. Akhirnya, mereka menutup game pertama dengan hasil memuaskan dalam waktu kurang dari 12 menit.
Game 1: Onic Tampil Dominan
Di babak awal, Onic menunjukkan kekuatan mereka yang sesungguhnya. Dengan permainan yang rapi dan terkoordinasi, Onic memanfaatkan kelemahan-kelemahan Team Falcons untuk mengendalikan tempo permainan.
Kairi dengan cerdik mengatur strategi serangan, sementara Sanz mengeksploitasi celah yang ada. Team Falcons yang berusaha bangkit gagal menandingi agresivitas Onic dan harus menerima kekalahan di game pertama.
Game 2: Team Falcons Balas Onic
Saat memasuki babak kedua, situasinya berubah drastis. Team Falcons tampil lebih agresif, memanfaatkan hero-hero yang memiliki kekuatan serang yang tinggi untuk menekan Onic.
Dengan dominasi di awal permainan, Team Falcons berhasil menguasai peta dan berulang kali memenangkan pertarungan tim yang krusial. Dengan strategi yang lebih terfokus, mereka memaksa Onic untuk berjuang keras agar tidak tertinggal lebih jauh.
Akibatnya, Onic kehilangan momentum, dan game kedua dimenangkan oleh Team Falcons, menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Game 3: Onic Kembali Menggila
Game penentuan menjadi sangat menarik, di mana kedua tim saling beradu strategi dengan serangan balik yang cepat. Keduanya memasuki fase permainan dengan penuh kehati-hatian, mengetahui bahwa setiap kesalahan bisa berakibat fatal.
Namun, Onic memperlihatkan kedisiplinan yang luar biasa, terutama dalam memanfaatkan celah yang diberikan oleh lawan. Kesalahan kecil dari Team Falcons dimanfaatkan secara maksimal oleh Onic, membawa mereka dalam posisi yang lebih baik.
Memasuki mid game, Onic mulai mengembangkan permainan mereka. Mereka tak hanya bertahan, tetapi juga menghadirkan tekanan yang terus-menerus kepada Team Falcons. Ketika lawan tidak mampu mempertahankan area base mereka, hasil terlihat pasti.
Dengan strategi snowballing yang efektif, Onic berhasil memukul mundur tim MENA tersebut hingga harus mengakui kekalahan. Akhirnya, pertandingan berakhir dengan skor akhir 2-1 untuk Onic, memastikan langkah mereka ke Knockout Stage M7.
Hasil ini menandai keberhasilan bagi Onic dan menutup perjalanan Team Falcons di tahap ini. Meskipun ada harapan yang pupus, perjalanan Onic melanjutkan asa Indonesia terlihat semakin cerah.
Strategi Permainan Tim Onic yang Mengesankan
Permainan yang ditunjukkan Onic sepanjang dua game terlihat menunjukkan perkembangan strategi yang matang. Mereka tidak hanya mengandalkan keahlian individu, tetapi juga kerja sama tim yang solid.
Rotasi yang cepat dan pemilihan hero yang tepat menjadi kunci keberhasilan mereka. Pemain seperti Kairi dan Sanz memainkan peran kunci dalam memberikan dukungan kepada rekan tim mereka dan menciptakan momentum untuk menyerang.
Selama Game 3, Onic menunjukkan kematangan strategi yang belum terlihat di game sebelumnya. Mereka mampu mengatur waktu dan memanfaatkan setiap kesalahan dari pemain Team Falcons dengan sangat baik.
Dari segi mental, kepercayaan diri Onic tetap terjaga meski mengalami kekalahan di game kedua. Ini menunjukkan bahwa mereka siap untuk menghadapi setiap tantangan yang ada di depan mereka.
Pentingnya Kerja Sama Tim dalam Esports
Kemenangan Onic membuktikan bahwa kerja sama tim sangatlah penting dalam esports. Setiap pemain memiliki peran masing-masing dan harus memahami strategi yang diambil untuk meraih keberhasilan.
Kelemahan lawan dapat dengan mudah dieksploitasi jika tim memiliki komunikasi yang baik. Onic menunjukkan koordinasi yang luar biasa dalam setiap gerakan mereka, yang meningkatkan efisiensi serangan dan pertahanan.
Pemain, seperti Kiboy dan Lutpiii, berkontribusi besar dalam pertarungan tim, menunjukkan bahwa hasil terbaik dapat dicapai ketika semua anggota tim bekerja dengan kompak. Ini adalah elemen kunci yang membedakan tim pemenang dari yang kalah.
Kesadaran situasional dan kemampuan untuk beradaptasi dengan cepat adalah ciri khas dari tim yang sukses dalam turnamen besar seperti M7. Onic mengilustrasikan itu dengan sangat baik.
Perjalanan Tim Esports Menuju Knockout Stage
Perjalanan menuju Knockout Stage tidaklah mudah. Tim-tim harus melewati berbagai rintangan dan pertarungan melelahkan sepanjang kompetisi.
Onic menjadi bukti bahwa ketekunan dan kerja keras membuahkan hasil. Mereka menghadapi tantangan yang dihadapi dengan kepala tegak, dan hasilnya membuktikan bahwa mereka adalah tim tangguh.
Dari pengalaman di Swiss Stage, mereka belajar banyak, baik dari kemenangan maupun kekalahan. Tiap pertandingan adalah pelajaran berharga yang akan digunakan untuk menghadapi tim-tim lain di Knockout Stage.
Tim esports tidak hanya perlu memiliki keahlian individu tetapi juga pengalaman berharga dalam memahami bagaimana setiap pertandingan dapat berkontribusi terhadap kesuksesan tim secara keseluruhan.
Dengan demikian, langkah Onic ke Knockout Stage ini diharapkan akan menginspirasi tim lain di Indonesia untuk terus meningkatkan kemampuan dan semangat kompetitif.
