Astra Credit Companies (ACC) dan Toyota Astra Finance (TAF) baru saja meluncurkan booth ACC-TAF di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 yang dilaksanakan di ICE BSD City, Tangerang. Acara ini menandai komitmen berkelanjutan Astra Financial sebagai Platinum Financial Partner GIIAS untuk kedelapan kalinya, dengan tujuan memberikan solusi keuangan yang lebih baik bagi masyarakat.
Pembukaan booth ini tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga merupakan manifestasi dari sinergi berbagai unit bisnis Astra Financial. Melalui kerjasama tersebut, diharapkan lebih banyak masyarakat dapat memiliki kendaraan impian mereka dengan lebih mudah dan terjangkau.
ACC-TAF berkolaborasi dengan sejumlah mitra lainnya untuk memberikan nilai lebih kepada pengunjung. FIFGROUP, Asuransi Astra, Astra Life, AstraPay, dan Bank Saqu menjadi bagian dari ekosistem ini, sementara OLXmobbi dipercaya sebagai Official Trade-In Partner untuk memudahkan pengunjung dalam menukar kendaraan lama mereka.
Komitmen Astra Financial dalam Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Peresmian booth ACC-TAF dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan. Dalam sambutannya, Agusman mengapresiasi konsistensi Astra Financial sebagai Platinum Financial Partner yang berkontribusi dalam pertumbuhan industri otomotif Indonesia.
Agusman menyampaikan, penyelenggaraan GIIAS tidak hanya mendorong sektor otomotif tetapi juga berpengaruh positif terhadap perekonomian. Penyelenggaraan ini membuka lapangan kerja baru, memberdayakan UMKM, dan memperkuat sektor riil yang semua itu penting bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
Pada semester pertama tahun 2026, penjualan kendaraan bermotor menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan sebesar 15,9 persen. Tidak dapat dipungkiri bahwa kontribusi besar dari Astra Financial turut berperan dalam pencapaian ini.
Industri Otomotif sebagai Pilar Ekonomi dan Pembangunan
Presiden Direktur Astra, Rudy, menegaskan bahwa industri otomotif menyumbang banyak bagi kemajuan industri manufaktur negara. Selain itu, industri ini juga memberikan banyak peluang kerja serta mendukung pengembangan ekosistem untuk pemasok dan UMKM.
Dengan penguatan sinergi berbagai lini bisnis, Astra berusaha menghadirkan produk dan layanan yang lebih relevan bagi masyarakat. Hal ini akan membantu memperlancar akses masyarakat terhadap kebutuhan otomotif mereka.
Rudy berharap bahwa GIIAS 2026 bisa menjadi wadah yang memperkuat optimisme di industri otomotif. Ini menjadi kesempatan untuk mendorong inovasi dan mempercepat pertumbuhan, yang pada gilirannya akan memberi dampak signifikan bagi perekonomian Indonesia.
Pentingnya Literasi dan Inklusi Keuangan dalam Masyarakat
Direktur Astra yang juga menjabat sebagai Director In-Charge Astra Financial, Siswadi, menjelaskan pentingnya kehadiran ACC-TAF di GIIAS 2026. Kehadiran mereka bukan hanya untuk menawarkan pembiayaan kendaraan, tetapi juga untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat.
Seluruh layanan yang ditawarkan oleh Astra Financial diharapkan bisa saling terintegrasi, sehingga pengunjung dapat dengan mudah mendapatkan solusi finansial dalam satu ekosistem. Ini menjadi langkah penting dalam menjawab kebutuhan masyarakat yang beragam.
Menurut Siswadi, kehadiran sebagai Platinum Financial Partner di GIIAS untuk kedelapan kalinya menunjukkan komitmen Astra untuk menghadirkan layanan finansial yang inklusif. Ini akan memberikan manfaat yang lebih besar bagi semua kalangan.
Data dari GAIKINDO menunjukkan penjualan mobil secara wholesales pada Januari hingga Juni 2026 mencapai 436.564 unit, tumbuh signifikan sebesar 15,9 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Penjualan retail pun mengalami peningkatan mencapai 433.848 unit, menunjukkan pertumbuhan positif yang menggembirakan.
Industri multifinance juga menunjukkan pertumbuhan yang mencolok. Piutang pembiayaan tercatat mencapai Rp513,2 triliun, dengan peningkatan 1,7 persen dibandingkan tahun lalu. Rasio Non-Performing Financing (NPF) juga tetap terjaga, menunjukkan kesehatan sektor ini.
Dalam konteks tersebut, ACC-TAF mencatatkan penyaluran pembiayaan otomotif senilai Rp29 triliun, dengan pangsa pasar mencapai 29,2 persen. Hal ini menjadikan mereka sebagai pemimpin di industri pembiayaan otomotif di Indonesia, berdasarkan data dari Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia.
